Mimbar Muqorrobin
Jumat, 31 Juli 2015
10 Amalan Pembuka Pintu Rezeki
Kamis, 30 Juli 2015
Kamis, 24 Juli 2014
KUMPULAN KHUTBAH
Kumpulan
Materi Naskah Teks Contoh Khutbah Khotbah Kutbah Hutbah Kotbah Hotbah
Shalat Jumat Idul Fitri Idul Adha Lengkap Singkat Terbaru 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020 yang dikumpul dari berbagai sumber. Untuk melihat atau membaca silakan klik "sumber" khutbahnya.
Sumber: http://khutbahjumat.wordpress.com
Sumber: http://www.eramuslim.com
Sumber: http://syafrizalsetiabudi.blogspot.com/2013/06/contoh-teks-khutbah-jumat-singkat.html
Sumber: http://pusatkhutbahjumat.blogspot.com/
Sumber: http://www.mukminun.com/
Sumber: http://www.bersamadakwah.com/2013/02/kumpulan-khutbah-jumat-2013.html
Sumber: http://suara-muhammadiyah.com/khutbah-jumat
Sumber: http://www.nahimunkar.com/khutbah-jumat/
Sumber: http://bloggergresikcommunity.blogspot.com/search?q=khutbah
Sumber: http://jabal-uhud.com/index.php?option=com_content&view=category&id=28&layout=blog&Itemid=48
Sumber: http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-lang,id-ids,9-t,khotbah-.phpx
Sumber: http://asysyariah.com/?s=%22khutbah%22
Sumber: http://khutbahjumat76.blogspot.com/
Sumber: http://tunasilmu.com/category/belajar-islam/khutbah-jumat/
Sumber: http://www.elmarzuqi.com/2013/05/khutbah-jumat-generasi-muda-yang-shaleh.html
Sumber: http://www.mahad-alfaruq.com/category/khutbah-jumat/
Sumber: http://darussalam-online.com/kategori/khutbah-jumat/
Sumber: http://www.pcnubalikpapan.or.id/search/label/Khutbah
Sumber: http://islamiccenter.upi.edu/category/khutbah-jumat/
- http://khotbahjumat.com/beramal-untuk-bekal-hari-pembalasan/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-idul-adha-perjalanan-menuju-allah/
- http://khotbahjumat.com/isilah-10-hari-awal-dzul-hijjah-dengan-ketaatan/
- http://khotbahjumat.com/kemuliaan-seorang-hamba-terletak-pada-ibadahnya/
- http://khotbahjumat.com/kubur-adalah-gerbang-akherat/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-mensyukuri-nikmat-lisan/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-mensyukuri-nikmat-lisan/
- http://khotbahjumat.com/mensyukuri-nikmat-al-quran/
- http://khotbahjumat.com/mengagungkan-syiar-syiar-islam-tanda-ketakwaan/
- http://khotbahjumat.com/jihad-melawan-setan/
- http://khotbahjumat.com/keindahan-nama-nama-allah/
- http://khotbahjumat.com/dosa-jariyah/
- http://khotbahjumat.com/tiga-ibadah-penting-dalam-bulan-ramadhan/
- http://khotbahjumat.com/ceramah-singkat-kultum-ramadhan-menjalin-cinta-abadi-dalam-rumah-tangga/
- http://khotbahjumat.com/kedudukan-shalat-dalam-islam/
- http://khotbahjumat.com/adab-adab-yang-wajib-di-dalam-puasa/
- http://khotbahjumat.com/perbuatan-lagha-dan-perkataan-sia-sia/
- http://khotbahjumat.com/menyambut-datangnya-bulan-ramadhan/
- http://khotbahjumat.com/riba-tidak-berkah/
- http://khotbahjumat.com/mengadu-domba-adalah-perbuatan-tercela/
- http://khotbahjumat.com/tanda-tanda-cinta-nabi-shallallaahu-alaihi-wa-sallam/
- http://khotbahjumat.com/taqwa-solusi-islam-mengatasi-ekses-modernisasi/
- http://khotbahjumat.com/pengaruh-dosa-dan-maksiat-terhadap-umat/
- http://khotbahjumat.com/jauhilah-gaya-hidup-orang-kafir/
- http://khotbahjumat.com/jagalah-shalatmu/
- http://khotbahjumat.com/buah-kesabaran/
- http://khotbahjumat.com/mengingat-kematian/
- http://khotbahjumat.com/batas-antara-kita-dan-mereka-adalah-shalat/
- http://khotbahjumat.com/batas-antara-kita-dan-mereka-adalah-shalat/
- http://khotbahjumat.com/menyelaraskan-kehidupan-dunia-dan-akhirat/
- http://khotbahjumat.com/3-wasiat-agung-rasulullah/
- http://khotbahjumat.com/hati-yang-istiqomah/
- http://khotbahjumat.com/menuju-rumah-tangga-harmonis/
- http://khotbahjumat.com/mendidik-anak-menjawab-tantangan-zaman/
- http://khotbahjumat.com/halal-tapi-dibenci/
- http://khotbahjumat.com/wasiat-untuk-suami-dan-istri/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-sikap-yang-benar-terhadap-nabi-isa/
- http://khotbahjumat.com/meraih-surga-dengan-sabar-dan-syukur/
- http://khotbahjumat.com/bangsa-indonesia-akan-baik-jika/
- http://khotbahjumat.com/realisasi-cinta-kepada-nabi-shallallaahu-alaihi-wa-sallam/
- http://khotbahjumat.com/realisasi-cinta-kepada-nabi-shallallaahu-alaihi-wa-sallam/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-iedul-adha/
- http://khotbahjumat.com/menyambut-idul-adh-ha/
- http://khotbahjumat.com/menyambut-idul-adha/
- http://khotbahjumat.com/renungan-bagi-musafir/
- http://khotbahjumat.com/saat-musibah-menimpa/
- http://khotbahjumat.com/keadilan-islam/
- http://khotbahjumat.com/ujub-penyakit-hati-yang-sangat-berbahaya/
- http://khotbahjumat.com/islam-dan-perdamaian/
- http://khotbahjumat.com/saudaraku-berhentilah/
- http://khotbahjumat.com/urgensi-pentingnya-tauhid-dan-pembagiannya/
- http://khotbahjumat.com/taubat/
- http://khotbahjumat.com/sampai-kapan-kelalaian-ini-berakhir/
- http://khotbahjumat.com/kunci-kunci-rezeki/
- http://khotbahjumat.com/pintu-pintu-pahala-dan-penghapus-dosa/
- http://khotbahjumat.com/persiapan-menghadapi-kematian/
- http://khotbahjumat.com/menghadapi-fitnah-akhir-zaman/
- http://khotbahjumat.com/luasnya-rahmat-kasih-sayang-allah-subhanahu-wa-taala/
- http://khotbahjumat.com/istiqamah/
- http://khotbahjumat.com/ikhlas/
- http://khotbahjumat.com/hikmah-di-balik-musibah/
- http://khotbahjumat.com/hikmah-di-balik-musibah/
- http://khotbahjumat.com/hati-hati-dengan-lidah/
- http://khotbahjumat.com/adab-terhadap-orang-tua/
- http://khotbahjumat.com/hakikat-hidup-di-dunia/
- http://khotbahjumat.com/kumpulan-khutbah-jumat-puasa-ramadhan-2012-m-1433-h/
- http://khotbahjumat.com/fitnah-dunia/
- http://khotbahjumat.com/dunia-ladang-beramal/
- http://khotbahjumat.com/akhlak-islami/
- http://khotbahjumat.com/haramnya-bunuh-diri/
- http://khotbahjumat.com/nasehat-bagi-orang-yang-melalaikan-shalat/
- http://khotbahjumat.com/islam-agama-kasih-sayang/
- http://khotbahjumat.com/islam-agama-kasih-sayang/
- http://khotbahjumat.com/renungan-pemutus-kenikmatan-dunia/
- http://khotbahjumat.com/ketika-kuburan-diagungkan/
- http://khotbahjumat.com/selamatkan-generasi-muda-dari-para-perusak/
- http://khotbahjumat.com/persiapan-menyambut-ramadhan/
- http://khotbahjumat.com/perdukunan-no-way/
- http://khotbahjumat.com/persatuan-umat-islam-dari-mimpi-menuju-kenyataan/
- http://khotbahjumat.com/unjuk-rasa-dalam-kacamata-islam/
- http://khotbahjumat.com/takwa-introspeksi-diri-pasca-ramadhan/
- http://khotbahjumat.com/waspadai-perbuatan-zina-dan-sarananya/
- http://khotbahjumat.com/khotbah-yang-menggelisahkan/
- http://khotbahjumat.com/koreksi-ritual-di-bulan-rajab/
- http://khotbahjumat.com/nabi-nabi-palsu-pendusta-dan-penyesat-umat/
- http://khotbahjumat.com/aktualisasi-makna-hijrah/
- http://khotbahjumat.com/mendambakan-para-alim-rabbani/
- http://khotbahjumat.com/nasehat-rumah-tangga-muslim/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-taat-pemerintah/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-gaya-hidup-islami-jahili/
- http://khotbahjumat.com/berkata-yang-baik-atau-diam/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-adil-perlakukan-anak/
- http://khotbahjumat.com/obat-kesedihan/
- http://khotbahjumat.com/syirik-malapetaka-dunia-islam/
- http://khotbahjumat.com/mengenal-hakikat-ibadah/
- http://khotbahjumat.com/perbaikilah-shalat-anda/
- http://khotbahjumat.com/sayangilah-wanita/
- http://khotbahjumat.com/mulia-karena-lisah-yang-terjaga/
- http://khotbahjumat.com/syarat-amal-diterima/
- http://khotbahjumat.com/sifat-munafik/
- http://khotbahjumat.com/kiamat-sudah-dekat-1/
- http://khotbahjumat.com/jangan-pernah-tinggalkan-sholat/
- http://khotbahjumat.com/menjauhi-perbuatan-dosa/
- http://khotbahjumat.com/keteladanan-abu-bakar/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-meneladani-sahabat-nabi/
- http://khotbahjumat.com/fitnah-akhir-zaman/
- http://khotbahjumat.com/mengapa-musibah-selalu-datang-menimpa-kita/
- http://khotbahjumat.com/wahai-pamuda-menikahlah/
- http://khotbahjumat.com/tertinggal-sholat-jumat/
- http://khotbahjumat.com/sebab-sebab-penyakit-hati/
- http://khotbahjumat.com/urgensi-tauhid/
- http://khotbahjumat.com/mengagungkan-syiar-islam-tanda-ketakwaan/
- http://khotbahjumat.com/kiat-menghadapi-fitnah-dajjal/
- http://khotbahjumat.com/taat-kepada-pemimpin-kaum-muslimin/
- http://khotbahjumat.com/amar-ma%e2%80%99ruf-nahi-mungkar/
- http://khotbahjumat.com/surga-atau-neraka/
- http://khotbahjumat.com/perayaan-tahun-baru-islam/
- http://khotbahjumat.com/pengobatan-dan-pemurnian-akidah/
- http://khotbahjumat.com/sikap-seorang-muslim-terhadap-ahli-maksiat/
- http://khotbahjumat.com/kesalahan-khutbah-jumat-berlebihan-mengawali-khutbah/
- http://khotbahjumat.com/tunaikanlah-amanah/
- http://khotbahjumat.com/beriman-kepada-yang-ghaib/
- http://khotbahjumat.com/motivasi-agar-segera-bertobat/
- http://khotbahjumat.com/hak-persaudaraan-ukhuwah-sesama-muslim/
- http://khotbahjumat.com/peringatan-agar-tidak-tertipu-dengan-kenikmatan-dunia/
- http://khotbahjumat.com/bahaya-vonis-kafir/
- http://khotbahjumat.com/nahkoda-yang-kehilangan-haluan/
- http://khotbahjumat.com/haji-jihad-dan-pengorbanan/
- http://khotbahjumat.com/wasiat-nabi-kepada-ibnu-abbas/
- http://khotbahjumat.com/hujan-sumber-kehidupan/
- http://khotbahjumat.com/hukum-membawa-kurban-ke-lain-daerah/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-istiqamah/
- http://khotbahjumat.com/keutamaan-dzulhijah/
- http://khotbahjumat.com/potret-haji-indonesia/
- http://khotbahjumat.com/kewajiban-haji-dan-beberapa-peringatan-penting-dalam-pelaksanaannya/
- http://khotbahjumat.com/memaknai-pengorbanan/
- http://khotbahjumat.com/menahan-marah/
- http://khotbahjumat.com/video-khutbah-jumat-bersemangatlah-meraih-hidayah-allah-30-september-2011/
- http://khotbahjumat.com/harta-halal/
- http://khotbahjumat.com/riba-haram-tidak-berkah/
- http://khotbahjumat.com/perintah-jujur-larangan-dusta/
- http://khotbahjumat.com/hakekat-tanda-iman/
- http://khotbahjumat.com/hakekat-takwa/
- http://khotbahjumat.com/urgensi-akidah/
- http://khotbahjumat.com/angan-angan-orang-meninggal/
- http://khotbahjumat.com/bahaya-godaan-harta/
- http://khotbahjumat.com/nasehat-kiat-istiqomah/
- http://khotbahjumat.com/nasehat-setelah-ramadhan/
- http://khotbahjumat.com/tanggung-jawab-muslim/
- http://khotbahjumat.com/syukur-nikmat/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-idul-fitri-meraih-kemenangan-dengan-ketaatan/
- http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-dosa-maksiat/
- http://khotbahjumat.com/hari-kiamat/
- http://khotbahjumat.com/kewajiban-menunaikan-amanah/
- http://khotbahjumat.com/pendidikan-ideal-di-era-digital/
- http://khotbahjumat.com/ukhuwah-islamiyah/
- http://khotbahjumat.com/anjuran-untuk-berilmu-dan-mengamalkannya/
- http://khotbahjumat.com/mengupas-tentang-hati/
- http://khotbahjumat.com/islam-satu-satunya-agama-yang-benar/
- http://khotbahjumat.com/penetapan-awal-ramadhan-dan-syawal/
- http://khotbahjumat.com/rumahku-adalah-surgaku/
- http://khotbahjumat.com/sikapilah-ramadhan-sebagaimana-mestinya/
- http://khotbahjumat.com/takwa-dan-keutamaannya/
- http://khotbahjumat.com/kewajiban-berbakti-kepada-orang-tua/
- http://khotbahjumat.com/menerima-dan-mengamalkan-kebenaran/
- http://khotbahjumat.com/ikutilah-sunnah-rasulullah-dan-jauhilah-bidah/
- http://khotbahjumat.com/rahasia-dua-kalimat-syahadat/
- http://khotbahjumat.com/bertamasya-ke-negeri-surga/
- http://khotbahjumat.com/pohon-keimanan/
- http://khotbahjumat.com/dua-usaha-yang-tidak-bisa-bersanding
- http://khotbahjumat.com/definisi-khutbah-jumat/
- http://khotbahjumat.com/keutamaan-hari-jumat/
- http://khotbahjumat.com/panduan-khutbah/
- http://khotbahjumat.com/panduan-khutbah/hukum-berbicara-ketika-khotbah-jumat/
- http://khotbahjumat.com/doa-khutbah-jumat/
- http://khotbahjumat.com/mukaddimah-khutbah-jumat/
- http://khotbahjumat.com/panduan-khutbah/kreatif-memilih-khutbah-bagian-1/
- http://khotbahjumat.com/panduan-khutbah/membaca-sebagian-alquran-dalam-khutbah/
- http://khotbahjumat.com/panduan-khutbah/menghindari-penggunaan-hadis-dhaif-dan-maudhu-sebagai-dalil/
Rabu, 23 Juli 2014
TIGA PERKARA AGAR HATI TIDAK DENGKI
Menjadi manusia tentu saja harus
berusaha mencapai derajat yang tinggi, apalagi sudah begitu banyak kenyataan
yang menunjukkan banyaknya manusia dengan derajatnya yang rendah, bahkan sampai
lebih rendah dari binatang. Derajat manusia yang tinggi tercermin dari akhlak
pribadinya yang mulia, karena itu salah satu yang amat penting dalam kehidupan
pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa adalah jangan sampai hati kita
terserang penyakit iri hati atau dengki. Hal ini karena iri hati merupakan
salah satu sifat yang sangat buruk, ia menjadi orang yang senang melihat orang
susah dan sedih melihat orang senang.
Rasulullah saw memberikan resep
kepada kita agar tidak dengki, beliau bersabda: “Semoga Allah mengangkat
derajat seseorang yang mendengar ucapanku, lalu dia memahaminya. Berapa banyak
pembawa fikih yang tidak fakih. Tiga perkara yang (karenanya) hati seorang
mukmin tidak akan ditimpa dengki: mengikhlaskan amal karena Allah, memberi
nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jama’ah mereka,
karena doa mereka mengelilingi mereka dari belakang mereka” (HR. Bazzar),
Dari hadits di atas, ada tiga resep
dari Rasulullah saw agar kita tidak memiliki perasaan dengki :
1.
Ikhlas
Secara harfiyah, ikhlas artinya bersih,
murni dan tidak ada campuran. Maksudnya adalah bersihnya hati dan pikiran
seseorang dari motif-motif selain Allah dalam melakukan suatu amal.
Orang yang ikhlas adalah orang yang
melakukan sesuatu karena Allah dan mengharapkan ridha Allah SWT dari amal yang
dilakukannya, inilah amal yang bisa diterima oleh Allah SWT. Dalam suatu
hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Allah tidak menerima amal, kecuali amal
yang dikerjakan dengan ikhlas karena Dia semata-mata dan dimaksudkan untuk
mencari keridhaan-Nya ” (HR. Ibnu Majah).
Keikhlasan akan membuat jiwa
seseorang terasa ringan dalam menyikapi sesuatu, maka ketika orang lain
mendapatkan kesenangan, dia akan turut merasakan kesenangan meskipun ia tidak
mendapat bagian dari kesenangan itu, sedangkan bila orang lain susah, ia turut
merasakan kesusahan, bahkan siap menanggung kesusahan orang lain, sikap ini
membuat seseorang tidak akan iri hati kepada orang lain.
Dalam kehidupan pribadi, keluarga
dan masyarakat, keikhlasan akan membuat seseorang terhindar dari kedengkian
kepada orang lain meskipun secara duniawi ia tidak mendapatkan apa-apa, karena
ia melakukan suatu kebaikan karena Allah dan hanya ingin mendapatkan ridha
Allah swt.
Karena itu, ketika orang lain
mendapatkan keuntungan duniawi dari kebaikan yang dilakukan, ia turut senang
meskipun ia sendiri tidak mendapatkannya meskipun ia melakukan kebaikan yang
sama. Orang yang tidak ikhlas tentu saja akan kecewa berat bila ia tidak
mendapatkan
keuntungan duniawi, sementara orang lain memperolehnya apalagi dalam jumlah yang banyak.
keuntungan duniawi, sementara orang lain memperolehnya apalagi dalam jumlah yang banyak.
Sikap ini merupakan sesuatu yang
amat merugikan diri kita sendiri, karena apa yang menyebabkan kita iri tidak
kita peroleh, sedangkan nilai kebaikan dari apa yang kita lakukan tetap tidak
kita peroleh.
2.
Menasihati Pemimpin.
Memberi nasihat kepada penguasa,
pemimpin atau pemerintah merupakan keharusan kita semua, sebagai masyarakat
dari suatu bangsa. Karenanya kritik tidak hanya urusan pengurus partai politik
dan anggota DPR/MPR. Pemimpin pada dasarnya memang harus ditaati, namun hal itu
sebatas dalam soal-soal yang benar, karena itu ketaatan pada pemimpin tidaklah
bersifat mutlak, isyarat ini bisa kita tangkap dengan tidak digunakannya kata atiy’u
kepada ulil amri, padahal kata itu digunakan untuk menunjukkan ketaatan
yang bersifat mutlak kepada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana yang disebutkan
dalam firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan
taatilah Rasul dan pemimpin diantara kamu ” (QS An Nisa [4]:59).
Meskipun kita harus melakukan kritik
kepada pemimpin, tetap saja kritik itu harus kita sampaikan dengan
sebaik-baiknya, yakni kata-kata yang lemah lembut. Nabi Musa dan Harun saja
untuk mengingatkan Fir’aun harus dengan kata-kata yang baik, karena pada
hakikatnya kritik itu untuk mengingatkan penguasa dari kemungkinan melakukan
kesalahan atau kesalahan yang sudah dilakukannya sehingga nantinya menjadi
penguasa yang takut kepada Allah swt, hal ini dinyatakan di dalam Al-Qur’an: “Maka
bicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut,
mudah-mudahan ia ingat atau takut ” (QS. Thaha [20]:44)
Dengan demikian, nasihat dan kritik
yang benar kepada penguasa atau pemimpin adalah yang tulus, nasihat dan kritik
yang berorientasi pada keadilan dan kebenaran bukan nasihat dan kritik yang
berorientasi pada kepentingan sesaat. Nasihat yang membawa kebenaran, kesabaran
dan kasih sayang, watawashou bil haq, watawashou bish shobr dan watawashou
bil marhamah.
Manakala kita sudah memberikan
nasihat kepada pemimpin, maka hati kita tidak ada perasaan dengki kepada
pemimpin karena tanggungjawab dihadapan Allah SWT ada pada masing-masing orang.
Pemimpin yang baik akan sangat
senang bila ada orang lain yang memberikan nasihat kepadanya, karena ia yakin
nasihat itu punya maksud baik, bahkan jangankan nasihat, kritikpun akan
diterima dengan senang hati, bagaimanapun cara orang mengkritik atau dengan
gaya bahasa yang tidak enak sekatipun untuk selanjutnya dijadikan pertimbangan
dalam mengambil kebijakan. Pemimpin sejati selalu berusaha menangkap esensi
pembicaraan siapapun sehingga tidak mempersoalkan gaya orang bicara, meskipun
gayanya tidak rnenyenangkan.
3.
Memiliki Ikatan Jamaah.
Memiliki ikatan jamaah dalam
kerangka ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam merupakan
sesuatu yang harus dikembangkan. Ini merupakan salah satu kenikmatan besar yang
Allah berikan kepada kita sebagaimana firmanNya. “Dan berpeganglah kamu
semuanya kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan
nikmat Allah kepadamu ketika kami dahulu (masa jahiliyah) bercerai berai, maka
Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmatAllah orang-orang
yang bersaudara ” (QS. Ali Imran [3]: 110).
Ikatan jamaah yang kuat membuat
seseorang berjuang secara kolektif, sehingga tidak ada jurang pemisah antara
yang satu dengan lainnya. Prinsip yang dipegangnya adalah berat sama dipikul,
ringan sama dijinjing. Dalam jamaah ada pemimpin dan ada orang yang dipimpin.
Pemimpin dan anak buah akan berjalan
serasi manakala memegang prinsip berjamaah dengan baik, yakni qiyadah
mukhlishah (pemimpin yang ikhlas) dan jundiyah muti’ah (anak buah
yang taat). Oleh karena itu, bila dalam suatu jamaah tidak ada ketaatan yang
ditunjukkan oleh anak buah atau bawahan, salah satu yang harus dikoreksi oleh
seorang pemimpin adalah apakah dia memang sudah betul-betul ikhlas atau tidak.
Dalam kehidupan berjamaah,
berkembang banyak pemikiran, pendapat, bahkan kepentingan. Maka ikatan jamaah
yang dipegang erat membuat semua orang akan selalu merujuk pada kaidah-kaidah
berjamaah yang didasari oleh Al-Qur’an dan Sunnah sehingga ia tidak menafsirkan segala ketentuan
berjamaah untuk kepentingan yang bersifat duniawi yang membuat ikatan berjamaah
bisa menjadi kendor.
Manakala sifat iri hati sudah bisa
kita hilangkan, maka kehidupan pribadi, keluarga, jamaah, masyarakat dan bangsa
akan berlangsung dengan penuh kenikmatan, keakraban, persatuan sehingga jauh
dari permusuhan antar individu dan kelompok. Bila tidak bisa kita hilangkan,
maka iri hati telah menunjukkan kehidupan dunia yang penuh dengan pertentangan,
konflik hingga peperangan yang membunuh begitu banyak nyawa manusia dan
binatang serta merusak lingkungan hidup.
Selasa, 03 Desember 2013
Lima Tiket Menuju Surga
Segala kenikmatan di surga tentu
tidak gratis. Ibarat tempat wisata, untuk masuk ke dalamnya diperlukan tiket.
Siapa tidak mengantongi tiket harus rela mundur.
Surga merupakan tempat di akhirat yang dijanjikan Allah bagi orang-orang beriman. Kehidupan surga penuh keselamatan, kebahagiaan, dan kemuliaan. Masyarakat dalam surga mendapatkan kenikmatan yang tidak pernah mereka rasakan di dunia. “Para penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya” (QS Al-Furqan: 24).
Masyarakat surga mengenakan pakaian berwarna hijau, terbuat dari sutra halus dan tebal (QS Al-Kahfi: 31).
Surga merupakan tempat di akhirat yang dijanjikan Allah bagi orang-orang beriman. Kehidupan surga penuh keselamatan, kebahagiaan, dan kemuliaan. Masyarakat dalam surga mendapatkan kenikmatan yang tidak pernah mereka rasakan di dunia. “Para penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya” (QS Al-Furqan: 24).
Masyarakat surga mengenakan pakaian berwarna hijau, terbuat dari sutra halus dan tebal (QS Al-Kahfi: 31).
Perhiasan mereka berupa
gelang-gelang emas dan mutiara (QS Al-Haj: 23).
Mereka bertelekan pada bantal-bantal
hijau dan permadani-permadani yang indah (QS Ar-Rahman: 74-76).
Bahkan, menurut keterangan Rasulullah yang dituturkan Muslim, masyarakat surga tidak buang air kecil maupun air besar. Tidak meludah dan beringus. Keringat mereka berupa minyak kesturi. Mereka selalu muda, bersih, halus, tidak berambut kecuali pada kepala dan bulu mata. Tinggi badan mereka setinggi Nabi Adam, yakni 60 hasta dan seusia Nabi Isa, yakni 33 tahun.
Mereka memperoleh segala yang diinginkan (QS Al-Furqan: 16). Tidak berduka, lelah, apalagi lesu (QS Fathir: 34-35). Setiap hari selalu riang gembira (QS Yasin: 56-57). Karena dikelilingi anak-anak muda yang siap melayani. Wajah mereka bagai mutiara tersimpan (QS At-Thur: 24). Juga disediakan pendamping yang lebih sempurna dari pendamping mereka di dunia. Para pria beristrikan bidadari-bidadari cantik dan bermata indah (QS At-Thur: 20). Rumah tangga mereka selalu rukun dan memuji Allah sepanjang pagi dan petang.
Fasilitas dalam surga juga serba lengkap dan istimewa. Piring-piring terbuat dari emas (QS Az-Zukhruf: 71), bejana dan gelas dari perak (QS Al-Insan: 15-16). Ada pohon bidara tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya (QS Al-Waqiah: 27-34), kebun-kebun dan buah anggur (QS An-Naba’: 31-34).
Semua buah-buahan itu mudah dipetik (QS Al-Insan: 4). Juga ada minuman jahe (QS Al-Insan: 17), aneka daging yang lezat (QS At-Thur: 22), minuman keras yang tidak memabukkan (QS As-Shaffat: 45-47), dan sungai susu, madu, arak, serta bermacam buah-buahan lain (QS Muhammad: 15).
Segala kenikmatan di surga tentu tidak gratis. Ibarat tempat wisata, untuk masuk ke dalamnya diperlukan tiket. Siapa tidak mengantongi tiket harus rela mundur. Berikut lima kebaikan untuk mendapatkan tiket itu.
Bahkan, menurut keterangan Rasulullah yang dituturkan Muslim, masyarakat surga tidak buang air kecil maupun air besar. Tidak meludah dan beringus. Keringat mereka berupa minyak kesturi. Mereka selalu muda, bersih, halus, tidak berambut kecuali pada kepala dan bulu mata. Tinggi badan mereka setinggi Nabi Adam, yakni 60 hasta dan seusia Nabi Isa, yakni 33 tahun.
Mereka memperoleh segala yang diinginkan (QS Al-Furqan: 16). Tidak berduka, lelah, apalagi lesu (QS Fathir: 34-35). Setiap hari selalu riang gembira (QS Yasin: 56-57). Karena dikelilingi anak-anak muda yang siap melayani. Wajah mereka bagai mutiara tersimpan (QS At-Thur: 24). Juga disediakan pendamping yang lebih sempurna dari pendamping mereka di dunia. Para pria beristrikan bidadari-bidadari cantik dan bermata indah (QS At-Thur: 20). Rumah tangga mereka selalu rukun dan memuji Allah sepanjang pagi dan petang.
Fasilitas dalam surga juga serba lengkap dan istimewa. Piring-piring terbuat dari emas (QS Az-Zukhruf: 71), bejana dan gelas dari perak (QS Al-Insan: 15-16). Ada pohon bidara tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya (QS Al-Waqiah: 27-34), kebun-kebun dan buah anggur (QS An-Naba’: 31-34).
Semua buah-buahan itu mudah dipetik (QS Al-Insan: 4). Juga ada minuman jahe (QS Al-Insan: 17), aneka daging yang lezat (QS At-Thur: 22), minuman keras yang tidak memabukkan (QS As-Shaffat: 45-47), dan sungai susu, madu, arak, serta bermacam buah-buahan lain (QS Muhammad: 15).
Segala kenikmatan di surga tentu tidak gratis. Ibarat tempat wisata, untuk masuk ke dalamnya diperlukan tiket. Siapa tidak mengantongi tiket harus rela mundur. Berikut lima kebaikan untuk mendapatkan tiket itu.
Pertama, mencegah diri dari
kemaksiatan.
Sepele, tetapi dalam praktiknya sangat tidak mudah. Sering kita mampu melanggengkan ibadah, tetapi gagal menanggalkan kemaksiatan. Boleh dikata, tidak bermaksiat rasanya lebih berat ketimbang taat. Karena itu, Allah berfirman, “Dan menahan diri dari dorongan nafsu, maka sungguh surga tempat tinggalnya” (QS An-Naziat: 40-41).
Kedua, siap hidup sederhana. Kelemahan utama manusia adalah mudah tergiur oleh kesenangan sesaat dengan mengorbankan kebahagiaan abadi. Melihat kekayaan Qarun, orang-orang yang gila harta berseru, “Amboi, andai kita memiliki seperti apa yang diberikan kepada Qarun. Sungguh ia mempunyai keuntungan yang besar (QS Al-Qashash: 79).
Sepele, tetapi dalam praktiknya sangat tidak mudah. Sering kita mampu melanggengkan ibadah, tetapi gagal menanggalkan kemaksiatan. Boleh dikata, tidak bermaksiat rasanya lebih berat ketimbang taat. Karena itu, Allah berfirman, “Dan menahan diri dari dorongan nafsu, maka sungguh surga tempat tinggalnya” (QS An-Naziat: 40-41).
Kedua, siap hidup sederhana. Kelemahan utama manusia adalah mudah tergiur oleh kesenangan sesaat dengan mengorbankan kebahagiaan abadi. Melihat kekayaan Qarun, orang-orang yang gila harta berseru, “Amboi, andai kita memiliki seperti apa yang diberikan kepada Qarun. Sungguh ia mempunyai keuntungan yang besar (QS Al-Qashash: 79).
Padahal Rasulullah berkisah, “Saya
berdiri di pintu surga, sebagian besar yang memasukinya adalah orang-orang
miskin. Orang-orang kaya ditahan dulu” (HR Bukhari dan Muslim).
Ketiga, gemar mengerjakan ketaatan kepada Allah. Umat Islam adalah umat yang dididik untuk taat kepada aturan. “Sungguh Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya” (QS Al-Maidah: 1).
Islam disebut sebagai ‘din’, yang
artinya sistem ketundukan atau kepatuhan. Masyarakatnya disebut ‘madinah’,
artinya suatu tempat yang kehidupannya teratur, karena orang-orangnya tunduk
dan patuh kepada aturan. Mereka diganjar oleh Allah dengan surga. “Dan itulah
surga yang diwariskan kepadamu, karena amal yang dahulu kamu kerjakan” (QS
Al-A’raf: 43).
Keempat, mencintai orang-orang saleh. Dunia ini hancur karena adanya orang-orang jahat yang merasa berbuat baik. Hatinya bukan lagi nurani tetapi sudah zulmani. Rugilah bergaul dengan orang-orang demikian. Orang-orang saleh akan memberikan syafaat kepada kita. Tepatlah pesan Rasulullah, “Jangan kamu bersahabat, kecuali dengan orang Mukmin dan jangan pula makan makananmu, kecuali orang yang bertakwa” (HR Tirmidzi).
Keempat, mencintai orang-orang saleh. Dunia ini hancur karena adanya orang-orang jahat yang merasa berbuat baik. Hatinya bukan lagi nurani tetapi sudah zulmani. Rugilah bergaul dengan orang-orang demikian. Orang-orang saleh akan memberikan syafaat kepada kita. Tepatlah pesan Rasulullah, “Jangan kamu bersahabat, kecuali dengan orang Mukmin dan jangan pula makan makananmu, kecuali orang yang bertakwa” (HR Tirmidzi).
Pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh,
kata Rasulullah, karena setiap orang akan bersama dengan kekasihnya (HR Bukhari
dan Muslim).
Kelima, memperbanyak doa kepada Allah agar dapat menutup hidup dengan khusnul khatimah. Tiada daya tanpa pertolongan Allah. Memperbanyak doa merupakan wujud pengakuan bahwa kita memang hamba yang serba lemah. Sepanjang berkenan melangitkan doa, niscaya Allah akan menjawabnya. “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi segala perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al-Baqarah: 186).
Kelima, memperbanyak doa kepada Allah agar dapat menutup hidup dengan khusnul khatimah. Tiada daya tanpa pertolongan Allah. Memperbanyak doa merupakan wujud pengakuan bahwa kita memang hamba yang serba lemah. Sepanjang berkenan melangitkan doa, niscaya Allah akan menjawabnya. “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi segala perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al-Baqarah: 186).
Langganan:
Postingan (Atom)