Jumat, 31 Juli 2015

10 Amalan Pembuka Pintu Rezeki

"> Sibuk, sibuk dan sibuk.... Mungkin itulah alasan kita yang sedikit lalai dengan ibadah, padahal ibadah itu justru mempermudah aliran rezeki. Lakukanlah minimal istighfar dan stop maksiat. Manusia yang paling baik adalah mereka yang banyak memberikan manfat untuk orang lain. Subhanallah, ternyata rahasianya di situ. Dengan berbagi dan memberi manfaat untuk orang lain, kehidupan kita dijamin tidak akan kekurangan. Ibadah tentu sangat luas maknanya, seluas samudera kehidupan kita ini. Namun ada ibadah ringan yang Insya Allah bisa kita lakukan. Nah, berikut ini ada 10 amalan yang memperbanyak peluang pembuka pintu rezeki dari Allah SWT. 10 Amalan Pembuka Pintu Rezeki: 1. Menyempatkan diri untuk Ibadah. Bahasanya aneh ya kelihatannya, ibadah kok disempat-sempatkan sih, Tapi itulah kenyataannya. Tanpa sadar, kita lebih antusias mengejar dunia, sampai-sampai ibadah terabaikan. Makanya sangat beruntung sekali jika kita mampu menyempatkan diri untuk beribadah di tengah-tengah kesibukan kita. Sungguh Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan pengabdian kita seperti firmannya dalam hadits Qudsi, "Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembahKu, maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya, maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan, dan aku tidak menutup kefakiranmu." (HR. Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Al Hakim dari Abu Hurairah ra). 2. Perbanyak Istighfar. Apa hubungan antara istighfar dan rezeki? Mungkin ada yang bertanya seperti itu, padahal dengan istighfar kita berarti mengaku salah dan lemah di hadapan Allah SWT. Kalau menyadari kelemahan, berarti otomatis kita yakin dengan kehebatan Allah SWT menghadirkan rezeki. Dijamin pula olah Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa memperbanyak istighfar, maka Allah SWT akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa'i, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abdullah bin Abbas ra). Dalam hadits lain diperjelas, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang selalu beristighfar, maka Allah akan menjadikan keluh kesah menjadi kegembiraan, kesempitan menjadi keleluasaan." (HR. Ahmad dan Abu Daud). Berapa jumlah istighfarnya? Tentu saja sebanyak-banyaknya, sekuat kita. Minimal seperti uswah atau contoh Nabi Muhammad SAW, setidaknya 70-100 kali setiap hari. 3. Stop maksiat. Ternyata masih ada yang berfikir soal uang atau rezeki urusan usaha. Tak hanya itu, masih ada yang berani berkesimpulan urusan maksiat itu soal balasan akhirat. Padahal kemaksiatan menghalangi aliran rezeki dari Allah SWT. Kemaksiatan pun menjadi tembok yang menghalangi permohonan ampun kita kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang diperbuatnya." (HR. Tirmizi). Bentuk-bentuk kemaksiatan tentunya sangat banyak, mulai dari kemaksiatan mata, maksiatnya lisan, maksiatnya hati, pikiran dan sebagainya. 4. Ingat terus kepada Allah SWT. Dalam bahasa agama dikenal dengan berzikir. Sungguh dengan banyak mengingat Allah SWT, akan membuat hati tenang dan kehidupan terasa lapang. Nah, kelapangan itu bagian dari rezeki yang tak ternilai karena hanya orng yang beriman saja yang mendapatkannya. Allah SWT berfirman, الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ Artinya: "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QA. Ar Ra'd: 28). Misalnya saja sambil sempatkan untuk berzikir meski hanya dalam hati. Selalu bertahmid sebagai ucapan syukur setiap waktu. Bisa juga memulai setiap aktivitas dengan membaca Basmallah. 5. Berbakti pada Orang Tua. Berbahagialah bagi yang masih mempunyai orang tua. Sebab, terbuka kesempatan mendulang fadulah taat dan berbakti kepada keduanya. Sungguh, amalan yang satu ini tiada yang mengelak fadilahnya. Dalam hadits riwayat dari Imam Ahmad, Nabi Muhammad SAW berpesan, siapa yang ingin panjang umur dan ditambahkan rezekinya, maka hendaklah berbakti kepada ibu bapaknya dan menyambung tali kekeluargaan. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa berbakti kepada ibu bapaknya, maka kebahagianlah untuknya, dan Allah akan memanjangkan umurnya." (HR. Abu Ya'ala, At Tabrani, Al Asybahani dan Al Hakim). Minimal menyempatkan diri mendoakannya setelah shalat fardhu. Subhanallah....mendoakan ibu bapak juga menjadi sebab mengalirnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya, niscaya terputuslah rezeki daripadanya." (HR. Al Hakim dan Ad Dailami). 6. Suka menolong. Berbuat baik kepada orang yang lemah, termasuk juga menggembirakan dan membahagiakan orang tua, orang yang sakit, anak yatim dan fakir miskin juga termasuk istri dan anak-anak kecil. Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki, melainkan karena orang-orang lemah di kalangan kamu. (HR. Bukhari). 7. Peduli sesama. Maksudnya adalah betapa indahnya jika kita yidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga kita saja, namun juga mampu memenuhi kebutuhan orang lain. Subhanallah... Jika bisa menjadi seperti itu, Insya Allah akan menjadi sebab Allah melapangkan rezeki. Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menunaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menunaikan hajatnya...," (HR. Muslim). 8. Rajin Silaturrahmi. Subhanallah...amalan yang satu ini juga sangat luar biasa fadilahnya. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya, maka hendaklah dia menghubungi sanak saudaranya." (HR. Bukhari). Tetapi, silaturahim bukanlah memberi atau mengunjungi orang yang biasa mengunjungi kita. Namun silaturahim lebih aktif, menyambung hubungan yang terputus agar embali bersatu lagi. Rasulullah SAW bersabda, "Yang disebut bersilaturrahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilarurrahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus." (HR. Bukhari). 9. Bersedekah. Amalan yang satu ini tak terbantahkan lagi barokahnya. Sedekah mengundang rahmat Allah SWT dan menjadi sebab Allah membuka pintu rezeki. Nabi Muhammad SAW berkata kepada Zubair bin Al Awwam, Rasulullah SAW bersabda, "Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu ditentang Arsy, yang dikirim oleh Allah Azza Wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang memperbanyak pemberian kepada orang lain, niscaya Allah memperbanyakkan juga baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya." (HR. Ad Daruquthni dari Anas ra). 10. Rajin Shalat Dhuha dan Tahajud. Kedua ibadah ini memang sangat dahsyat pengaruhnya dalam kesuksesan hidup kita. Banyak sekali hadits yang menunjukkan fadilah tahajud untuk memudahkan memperoleh rezeki, menjadi sebab seseorang itu dipercayai dan dihormati orang dan doanya dikabulkan. Begitu pila dengan shalat dhuha. Firman Allah dalam hadits Qudsi, "Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (shalat dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (HR. Al Hakim dan Thabrani).

Kamis, 24 Juli 2014

KUMPULAN KHUTBAH

Kumpulan Materi Naskah Teks Contoh Khutbah Khotbah Kutbah Hutbah Kotbah Hotbah Shalat Jumat Idul Fitri Idul Adha Lengkap Singkat Terbaru 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020 yang dikumpul dari berbagai sumber. Untuk melihat atau membaca silakan klik "sumber" khutbahnya.
Sumber: http://khutbah-jumat.blogspot.com
Sumber: http://khutbahjumat.wordpress.com
Sumber: http://www.eramuslim.com
Sumber: http://syafrizalsetiabudi.blogspot.com/2013/06/contoh-teks-khutbah-jumat-singkat.html
Sumber: http://pusatkhutbahjumat.blogspot.com/
Sumber: http://www.mukminun.com/

Sumber: http://www.bersamadakwah.com/2013/02/kumpulan-khutbah-jumat-2013.html
Sumber: http://suara-muhammadiyah.com/khutbah-jumat
Sumber: http://www.nahimunkar.com/khutbah-jumat/
Sumber: http://bloggergresikcommunity.blogspot.com/search?q=khutbah
Sumber: http://jabal-uhud.com/index.php?option=com_content&view=category&id=28&layout=blog&Itemid=48
Sumber: http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-lang,id-ids,9-t,khotbah-.phpx
Sumber: http://asysyariah.com/?s=%22khutbah%22

Sumber: http://khutbahjumat76.blogspot.com/
Sumber: http://tunasilmu.com/category/belajar-islam/khutbah-jumat/

Sumber: http://www.elmarzuqi.com/2013/05/khutbah-jumat-generasi-muda-yang-shaleh.html
Sumber: http://www.mahad-alfaruq.com/category/khutbah-jumat/
Sumber: http://darussalam-online.com/kategori/khutbah-jumat/
Sumber: http://www.pcnubalikpapan.or.id/search/label/Khutbah 
Sumber: http://islamiccenter.upi.edu/category/khutbah-jumat/
Sumber: http://khotbahjumat.com
  • http://khotbahjumat.com/beramal-untuk-bekal-hari-pembalasan/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-idul-adha-perjalanan-menuju-allah/
  • http://khotbahjumat.com/isilah-10-hari-awal-dzul-hijjah-dengan-ketaatan/
  • http://khotbahjumat.com/kemuliaan-seorang-hamba-terletak-pada-ibadahnya/
  • http://khotbahjumat.com/kubur-adalah-gerbang-akherat/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-mensyukuri-nikmat-lisan/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-mensyukuri-nikmat-lisan/
  • http://khotbahjumat.com/mensyukuri-nikmat-al-quran/
  • http://khotbahjumat.com/mengagungkan-syiar-syiar-islam-tanda-ketakwaan/
  • http://khotbahjumat.com/jihad-melawan-setan/
  • http://khotbahjumat.com/keindahan-nama-nama-allah/
  • http://khotbahjumat.com/dosa-jariyah/
  • http://khotbahjumat.com/tiga-ibadah-penting-dalam-bulan-ramadhan/
  • http://khotbahjumat.com/ceramah-singkat-kultum-ramadhan-menjalin-cinta-abadi-dalam-rumah-tangga/
  • http://khotbahjumat.com/kedudukan-shalat-dalam-islam/
  • http://khotbahjumat.com/adab-adab-yang-wajib-di-dalam-puasa/
  • http://khotbahjumat.com/perbuatan-lagha-dan-perkataan-sia-sia/
  • http://khotbahjumat.com/menyambut-datangnya-bulan-ramadhan/
  • http://khotbahjumat.com/riba-tidak-berkah/
  • http://khotbahjumat.com/mengadu-domba-adalah-perbuatan-tercela/
  • http://khotbahjumat.com/tanda-tanda-cinta-nabi-shallallaahu-alaihi-wa-sallam/
  • http://khotbahjumat.com/taqwa-solusi-islam-mengatasi-ekses-modernisasi/
  • http://khotbahjumat.com/pengaruh-dosa-dan-maksiat-terhadap-umat/
  • http://khotbahjumat.com/jauhilah-gaya-hidup-orang-kafir/
  • http://khotbahjumat.com/jagalah-shalatmu/
  • http://khotbahjumat.com/buah-kesabaran/
  • http://khotbahjumat.com/mengingat-kematian/
  • http://khotbahjumat.com/batas-antara-kita-dan-mereka-adalah-shalat/
  • http://khotbahjumat.com/batas-antara-kita-dan-mereka-adalah-shalat/
  • http://khotbahjumat.com/menyelaraskan-kehidupan-dunia-dan-akhirat/
  • http://khotbahjumat.com/3-wasiat-agung-rasulullah/
  • http://khotbahjumat.com/hati-yang-istiqomah/
  • http://khotbahjumat.com/menuju-rumah-tangga-harmonis/
  • http://khotbahjumat.com/mendidik-anak-menjawab-tantangan-zaman/
  • http://khotbahjumat.com/halal-tapi-dibenci/
  • http://khotbahjumat.com/wasiat-untuk-suami-dan-istri/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-sikap-yang-benar-terhadap-nabi-isa/
  • http://khotbahjumat.com/meraih-surga-dengan-sabar-dan-syukur/
  • http://khotbahjumat.com/bangsa-indonesia-akan-baik-jika/
  • http://khotbahjumat.com/realisasi-cinta-kepada-nabi-shallallaahu-alaihi-wa-sallam/
  • http://khotbahjumat.com/realisasi-cinta-kepada-nabi-shallallaahu-alaihi-wa-sallam/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-iedul-adha/
  • http://khotbahjumat.com/menyambut-idul-adh-ha/
  • http://khotbahjumat.com/menyambut-idul-adha/
  • http://khotbahjumat.com/renungan-bagi-musafir/
  • http://khotbahjumat.com/saat-musibah-menimpa/
  • http://khotbahjumat.com/keadilan-islam/
  • http://khotbahjumat.com/ujub-penyakit-hati-yang-sangat-berbahaya/
  • http://khotbahjumat.com/islam-dan-perdamaian/
  • http://khotbahjumat.com/saudaraku-berhentilah/
  • http://khotbahjumat.com/urgensi-pentingnya-tauhid-dan-pembagiannya/
  • http://khotbahjumat.com/taubat/
  • http://khotbahjumat.com/sampai-kapan-kelalaian-ini-berakhir/
  • http://khotbahjumat.com/kunci-kunci-rezeki/
  • http://khotbahjumat.com/pintu-pintu-pahala-dan-penghapus-dosa/
  • http://khotbahjumat.com/persiapan-menghadapi-kematian/
  • http://khotbahjumat.com/menghadapi-fitnah-akhir-zaman/
  • http://khotbahjumat.com/luasnya-rahmat-kasih-sayang-allah-subhanahu-wa-taala/
  • http://khotbahjumat.com/istiqamah/
  • http://khotbahjumat.com/ikhlas/
  • http://khotbahjumat.com/hikmah-di-balik-musibah/
  • http://khotbahjumat.com/hikmah-di-balik-musibah/
  • http://khotbahjumat.com/hati-hati-dengan-lidah/
  • http://khotbahjumat.com/adab-terhadap-orang-tua/
  • http://khotbahjumat.com/hakikat-hidup-di-dunia/
  • http://khotbahjumat.com/kumpulan-khutbah-jumat-puasa-ramadhan-2012-m-1433-h/
  • http://khotbahjumat.com/fitnah-dunia/
  • http://khotbahjumat.com/dunia-ladang-beramal/
  • http://khotbahjumat.com/akhlak-islami/
  • http://khotbahjumat.com/haramnya-bunuh-diri/
  • http://khotbahjumat.com/nasehat-bagi-orang-yang-melalaikan-shalat/
  • http://khotbahjumat.com/islam-agama-kasih-sayang/
  • http://khotbahjumat.com/islam-agama-kasih-sayang/
  • http://khotbahjumat.com/renungan-pemutus-kenikmatan-dunia/
  • http://khotbahjumat.com/ketika-kuburan-diagungkan/
  • http://khotbahjumat.com/selamatkan-generasi-muda-dari-para-perusak/
  • http://khotbahjumat.com/persiapan-menyambut-ramadhan/
  • http://khotbahjumat.com/perdukunan-no-way/
  • http://khotbahjumat.com/persatuan-umat-islam-dari-mimpi-menuju-kenyataan/
  • http://khotbahjumat.com/unjuk-rasa-dalam-kacamata-islam/
  • http://khotbahjumat.com/takwa-introspeksi-diri-pasca-ramadhan/
  • http://khotbahjumat.com/waspadai-perbuatan-zina-dan-sarananya/
  • http://khotbahjumat.com/khotbah-yang-menggelisahkan/
  • http://khotbahjumat.com/koreksi-ritual-di-bulan-rajab/
  • http://khotbahjumat.com/nabi-nabi-palsu-pendusta-dan-penyesat-umat/
  • http://khotbahjumat.com/aktualisasi-makna-hijrah/
  • http://khotbahjumat.com/mendambakan-para-alim-rabbani/
  • http://khotbahjumat.com/nasehat-rumah-tangga-muslim/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-taat-pemerintah/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-gaya-hidup-islami-jahili/
  • http://khotbahjumat.com/berkata-yang-baik-atau-diam/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-adil-perlakukan-anak/
  • http://khotbahjumat.com/obat-kesedihan/
  • http://khotbahjumat.com/syirik-malapetaka-dunia-islam/
  • http://khotbahjumat.com/mengenal-hakikat-ibadah/
  • http://khotbahjumat.com/perbaikilah-shalat-anda/
  • http://khotbahjumat.com/sayangilah-wanita/
  • http://khotbahjumat.com/mulia-karena-lisah-yang-terjaga/
  • http://khotbahjumat.com/syarat-amal-diterima/
  • http://khotbahjumat.com/sifat-munafik/
  • http://khotbahjumat.com/kiamat-sudah-dekat-1/
  • http://khotbahjumat.com/jangan-pernah-tinggalkan-sholat/
  • http://khotbahjumat.com/menjauhi-perbuatan-dosa/
  • http://khotbahjumat.com/keteladanan-abu-bakar/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-meneladani-sahabat-nabi/
  • http://khotbahjumat.com/fitnah-akhir-zaman/
  • http://khotbahjumat.com/mengapa-musibah-selalu-datang-menimpa-kita/
  • http://khotbahjumat.com/wahai-pamuda-menikahlah/
  • http://khotbahjumat.com/tertinggal-sholat-jumat/
  • http://khotbahjumat.com/sebab-sebab-penyakit-hati/
  • http://khotbahjumat.com/urgensi-tauhid/
  • http://khotbahjumat.com/mengagungkan-syiar-islam-tanda-ketakwaan/
  • http://khotbahjumat.com/kiat-menghadapi-fitnah-dajjal/
  • http://khotbahjumat.com/taat-kepada-pemimpin-kaum-muslimin/
  • http://khotbahjumat.com/amar-ma%e2%80%99ruf-nahi-mungkar/
  • http://khotbahjumat.com/surga-atau-neraka/
  • http://khotbahjumat.com/perayaan-tahun-baru-islam/
  • http://khotbahjumat.com/pengobatan-dan-pemurnian-akidah/
  • http://khotbahjumat.com/sikap-seorang-muslim-terhadap-ahli-maksiat/
  • http://khotbahjumat.com/kesalahan-khutbah-jumat-berlebihan-mengawali-khutbah/
  • http://khotbahjumat.com/tunaikanlah-amanah/
  • http://khotbahjumat.com/beriman-kepada-yang-ghaib/
  • http://khotbahjumat.com/motivasi-agar-segera-bertobat/
  • http://khotbahjumat.com/hak-persaudaraan-ukhuwah-sesama-muslim/
  • http://khotbahjumat.com/peringatan-agar-tidak-tertipu-dengan-kenikmatan-dunia/
  • http://khotbahjumat.com/bahaya-vonis-kafir/
  • http://khotbahjumat.com/nahkoda-yang-kehilangan-haluan/
  • http://khotbahjumat.com/haji-jihad-dan-pengorbanan/
  • http://khotbahjumat.com/wasiat-nabi-kepada-ibnu-abbas/
  • http://khotbahjumat.com/hujan-sumber-kehidupan/
  • http://khotbahjumat.com/hukum-membawa-kurban-ke-lain-daerah/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-istiqamah/
  • http://khotbahjumat.com/keutamaan-dzulhijah/
  • http://khotbahjumat.com/potret-haji-indonesia/
  • http://khotbahjumat.com/kewajiban-haji-dan-beberapa-peringatan-penting-dalam-pelaksanaannya/
  • http://khotbahjumat.com/memaknai-pengorbanan/
  • http://khotbahjumat.com/menahan-marah/
  • http://khotbahjumat.com/video-khutbah-jumat-bersemangatlah-meraih-hidayah-allah-30-september-2011/
  • http://khotbahjumat.com/harta-halal/
  • http://khotbahjumat.com/riba-haram-tidak-berkah/
  • http://khotbahjumat.com/perintah-jujur-larangan-dusta/
  • http://khotbahjumat.com/hakekat-tanda-iman/
  • http://khotbahjumat.com/hakekat-takwa/
  • http://khotbahjumat.com/urgensi-akidah/
  • http://khotbahjumat.com/angan-angan-orang-meninggal/
  • http://khotbahjumat.com/bahaya-godaan-harta/
  • http://khotbahjumat.com/nasehat-kiat-istiqomah/
  • http://khotbahjumat.com/nasehat-setelah-ramadhan/
  • http://khotbahjumat.com/tanggung-jawab-muslim/
  • http://khotbahjumat.com/syukur-nikmat/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-idul-fitri-meraih-kemenangan-dengan-ketaatan/
  • http://khotbahjumat.com/khutbah-jumat-dosa-maksiat/
  • http://khotbahjumat.com/hari-kiamat/
  • http://khotbahjumat.com/kewajiban-menunaikan-amanah/
  • http://khotbahjumat.com/pendidikan-ideal-di-era-digital/
  • http://khotbahjumat.com/ukhuwah-islamiyah/
  • http://khotbahjumat.com/anjuran-untuk-berilmu-dan-mengamalkannya/
  • http://khotbahjumat.com/mengupas-tentang-hati/
  • http://khotbahjumat.com/islam-satu-satunya-agama-yang-benar/
  • http://khotbahjumat.com/penetapan-awal-ramadhan-dan-syawal/
  • http://khotbahjumat.com/rumahku-adalah-surgaku/
  • http://khotbahjumat.com/sikapilah-ramadhan-sebagaimana-mestinya/
  • http://khotbahjumat.com/takwa-dan-keutamaannya/
  • http://khotbahjumat.com/kewajiban-berbakti-kepada-orang-tua/
  • http://khotbahjumat.com/menerima-dan-mengamalkan-kebenaran/
  • http://khotbahjumat.com/ikutilah-sunnah-rasulullah-dan-jauhilah-bidah/
  • http://khotbahjumat.com/rahasia-dua-kalimat-syahadat/
  • http://khotbahjumat.com/bertamasya-ke-negeri-surga/
  • http://khotbahjumat.com/pohon-keimanan/
  • http://khotbahjumat.com/dua-usaha-yang-tidak-bisa-bersanding
  • http://khotbahjumat.com/definisi-khutbah-jumat/
  • http://khotbahjumat.com/keutamaan-hari-jumat/
  • http://khotbahjumat.com/panduan-khutbah/
  • http://khotbahjumat.com/panduan-khutbah/hukum-berbicara-ketika-khotbah-jumat/
  • http://khotbahjumat.com/doa-khutbah-jumat/
  • http://khotbahjumat.com/mukaddimah-khutbah-jumat/
  • http://khotbahjumat.com/panduan-khutbah/kreatif-memilih-khutbah-bagian-1/
  • http://khotbahjumat.com/panduan-khutbah/membaca-sebagian-alquran-dalam-khutbah/
  • http://khotbahjumat.com/panduan-khutbah/menghindari-penggunaan-hadis-dhaif-dan-maudhu-sebagai-dalil/
Kumpulan Materi Naskah Teks Contoh Khutbah Khotbah Kutbah Hutbah Kotbah Hotbah Shalat Jumat Idul Fitri Idul Adha Lengkap Singkat Terbaru 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020 yang dikumpul dari berbagai sumber. Untuk melihat atau membaca silakan klik "sumber" khutbahnya.

Rabu, 23 Juli 2014

TIGA PERKARA AGAR HATI TIDAK DENGKI


Menjadi manusia tentu saja harus berusaha mencapai derajat yang tinggi, apalagi sudah begitu banyak kenyataan yang menunjukkan banyaknya manusia dengan derajatnya yang rendah, bahkan sampai lebih rendah dari binatang. Derajat manusia yang tinggi tercermin dari akhlak pribadinya yang mulia, karena itu salah satu yang amat penting dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa adalah jangan sampai hati kita terserang penyakit iri hati atau dengki. Hal ini karena iri hati merupakan salah satu sifat yang sangat buruk, ia menjadi orang yang senang melihat orang susah dan sedih melihat orang senang.
Rasulullah saw memberikan resep kepada kita agar tidak dengki, beliau bersabda: “Semoga Allah mengangkat derajat seseorang yang mendengar ucapanku, lalu dia memahaminya. Berapa banyak pembawa fikih yang tidak fakih. Tiga perkara yang (karenanya) hati seorang mukmin tidak akan ditimpa dengki: mengikhlaskan amal karena Allah, memberi nasihat kepada para pemimpin kaum muslimin dan berpegang kepada jama’ah mereka, karena doa mereka mengelilingi mereka dari belakang mereka” (HR. Bazzar),
Dari hadits di atas, ada tiga resep dari Rasulullah saw agar kita tidak memiliki perasaan dengki :
1. Ikhlas
Secara harfiyah, ikhlas artinya bersih, murni dan tidak ada campuran. Maksudnya adalah bersihnya hati dan pikiran seseorang dari motif-motif selain Allah dalam melakukan suatu amal.
Orang yang ikhlas adalah orang yang melakukan sesuatu karena Allah dan mengharapkan ridha Allah SWT dari amal yang dilakukannya, inilah amal yang bisa diterima oleh Allah SWT. Dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Allah tidak menerima amal, kecuali amal yang dikerjakan dengan ikhlas karena Dia semata-mata dan dimaksudkan untuk mencari keridhaan-Nya ” (HR. Ibnu Majah).
Keikhlasan akan membuat jiwa seseorang terasa ringan dalam menyikapi sesuatu, maka ketika orang lain mendapatkan kesenangan, dia akan turut merasakan kesenangan meskipun ia tidak mendapat bagian dari kesenangan itu, sedangkan bila orang lain susah, ia turut merasakan kesusahan, bahkan siap menanggung kesusahan orang lain, sikap ini membuat seseorang tidak akan iri hati kepada orang lain.
Dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat, keikhlasan akan membuat seseorang terhindar dari kedengkian kepada orang lain meskipun secara duniawi ia tidak mendapatkan apa-apa, karena ia melakukan suatu kebaikan karena Allah dan hanya ingin mendapatkan ridha Allah swt.
Karena itu, ketika orang lain mendapatkan keuntungan duniawi dari kebaikan yang dilakukan, ia turut senang meskipun ia sendiri tidak mendapatkannya meskipun ia melakukan kebaikan yang sama. Orang yang tidak ikhlas tentu saja akan kecewa berat bila ia tidak mendapatkan
keuntungan duniawi, sementara orang lain memperolehnya apalagi dalam jumlah yang banyak.
Sikap ini merupakan sesuatu yang amat merugikan diri kita sendiri, karena apa yang menyebabkan kita iri tidak kita peroleh, sedangkan nilai kebaikan dari apa yang kita lakukan tetap tidak kita peroleh.
2. Menasihati Pemimpin.
Memberi nasihat kepada penguasa, pemimpin atau pemerintah merupakan keharusan kita semua, sebagai masyarakat dari suatu bangsa. Karenanya kritik tidak hanya urusan pengurus partai politik dan anggota DPR/MPR. Pemimpin pada dasarnya memang harus ditaati, namun hal itu sebatas dalam soal-soal yang benar, karena itu ketaatan pada pemimpin tidaklah bersifat mutlak, isyarat ini bisa kita tangkap dengan tidak digunakannya kata atiy’u kepada ulil amri, padahal kata itu digunakan untuk menunjukkan ketaatan yang bersifat mutlak kepada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan pemimpin diantara kamu ” (QS An Nisa [4]:59).
Meskipun kita harus melakukan kritik kepada pemimpin, tetap saja kritik itu harus kita sampaikan dengan sebaik-baiknya, yakni kata-kata yang lemah lembut. Nabi Musa dan Harun saja untuk mengingatkan Fir’aun harus dengan kata-kata yang baik, karena pada hakikatnya kritik itu untuk mengingatkan penguasa dari kemungkinan melakukan kesalahan atau kesalahan yang sudah dilakukannya sehingga nantinya menjadi penguasa yang takut kepada Allah swt, hal ini dinyatakan di dalam Al-Qur’an: “Maka bicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut ” (QS. Thaha [20]:44)
Dengan demikian, nasihat dan kritik yang benar kepada penguasa atau pemimpin adalah yang tulus, nasihat dan kritik yang berorientasi pada keadilan dan kebenaran bukan nasihat dan kritik yang berorientasi pada kepentingan sesaat. Nasihat yang membawa kebenaran, kesabaran dan kasih sayang, watawashou bil haq, watawashou bish shobr dan watawashou bil marhamah.
Manakala kita sudah memberikan nasihat kepada pemimpin, maka hati kita tidak ada perasaan dengki kepada pemimpin karena tanggungjawab dihadapan Allah SWT ada pada masing-masing orang.
Pemimpin yang baik akan sangat senang bila ada orang lain yang memberikan nasihat kepadanya, karena ia yakin nasihat itu punya maksud baik, bahkan jangankan nasihat, kritikpun akan diterima dengan senang hati, bagaimanapun cara orang mengkritik atau dengan gaya bahasa yang tidak enak sekatipun untuk selanjutnya dijadikan pertimbangan dalam mengambil kebijakan. Pemimpin sejati selalu berusaha menangkap esensi pembicaraan siapapun sehingga tidak mempersoalkan gaya orang bicara, meskipun gayanya tidak rnenyenangkan.
3. Memiliki Ikatan Jamaah.
Memiliki ikatan jamaah dalam kerangka ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama umat Islam merupakan sesuatu yang harus dikembangkan. Ini merupakan salah satu kenikmatan besar yang Allah berikan kepada kita sebagaimana firmanNya. “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kami dahulu (masa jahiliyah) bercerai berai, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmatAllah orang-orang yang bersaudara ” (QS. Ali Imran [3]: 110).
Ikatan jamaah yang kuat membuat seseorang berjuang secara kolektif, sehingga tidak ada jurang pemisah antara yang satu dengan lainnya. Prinsip yang dipegangnya adalah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Dalam jamaah ada pemimpin dan ada orang yang dipimpin.
Pemimpin dan anak buah akan berjalan serasi manakala memegang prinsip berjamaah dengan baik, yakni qiyadah mukhlishah (pemimpin yang ikhlas) dan jundiyah muti’ah (anak buah yang taat). Oleh karena itu, bila dalam suatu jamaah tidak ada ketaatan yang ditunjukkan oleh anak buah atau bawahan, salah satu yang harus dikoreksi oleh seorang pemimpin adalah apakah dia memang sudah betul-betul ikhlas atau tidak.
Dalam kehidupan berjamaah, berkembang banyak pemikiran, pendapat, bahkan kepentingan. Maka ikatan jamaah yang dipegang erat membuat semua orang akan selalu merujuk pada kaidah-kaidah berjamaah yang didasari oleh Al-Qur’an dan Sunnah sehingga ia tidak menafsirkan segala ketentuan berjamaah untuk kepentingan yang bersifat duniawi yang membuat ikatan berjamaah bisa menjadi kendor.
Manakala sifat iri hati sudah bisa kita hilangkan, maka kehidupan pribadi, keluarga, jamaah, masyarakat dan bangsa akan berlangsung dengan penuh kenikmatan, keakraban, persatuan sehingga jauh dari permusuhan antar individu dan kelompok. Bila tidak bisa kita hilangkan, maka iri hati telah menunjukkan kehidupan dunia yang penuh dengan pertentangan, konflik hingga peperangan yang membunuh begitu banyak nyawa manusia dan binatang serta merusak lingkungan hidup.

Selasa, 03 Desember 2013

Lima Tiket Menuju Surga



Segala kenikmatan di surga tentu tidak gratis. Ibarat tempat wisata, untuk masuk ke dalamnya diperlukan tiket. Siapa tidak mengantongi tiket harus rela mundur.

Surga merupakan tempat di akhirat yang dijanjikan Allah bagi orang-orang beriman. Kehidupan surga penuh keselamatan, kebahagiaan, dan kemuliaan. Masyarakat dalam surga mendapatkan kenikmatan yang tidak pernah mereka rasakan di dunia. “Para penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya” (QS Al-Furqan: 24).

Masyarakat surga mengenakan pakaian berwarna hijau, terbuat dari sutra halus dan tebal (QS Al-Kahfi: 31).
Perhiasan mereka berupa gelang-gelang emas dan mutiara (QS Al-Haj: 23).
Mereka bertelekan pada bantal-bantal hijau dan permadani-permadani yang indah (QS Ar-Rahman: 74-76).

Bahkan, menurut keterangan Rasulullah yang dituturkan Muslim, masyarakat surga tidak buang air kecil maupun air besar. Tidak meludah dan beringus. Keringat mereka berupa minyak kesturi. Mereka selalu muda, bersih, halus, tidak berambut kecuali pada kepala dan bulu mata. Tinggi badan mereka setinggi Nabi Adam, yakni 60 hasta dan seusia Nabi Isa, yakni 33 tahun.

Mereka memperoleh segala yang diinginkan (QS Al-Furqan: 16). Tidak berduka, lelah, apalagi lesu (QS Fathir: 34-35). Setiap hari selalu riang gembira (QS Yasin: 56-57). Karena dikelilingi anak-anak muda yang siap melayani. Wajah mereka bagai mutiara tersimpan (QS At-Thur: 24). Juga disediakan pendamping yang lebih sempurna dari pendamping mereka di dunia. Para pria beristrikan bidadari-bidadari cantik dan bermata indah (QS At-Thur: 20). Rumah tangga mereka selalu rukun dan memuji Allah sepanjang pagi dan petang.

Fasilitas dalam surga juga serba lengkap dan istimewa. Piring-piring terbuat dari emas (QS Az-Zukhruf: 71), bejana dan gelas dari perak (QS Al-Insan: 15-16). Ada pohon bidara tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya (QS Al-Waqiah: 27-34), kebun-kebun dan buah anggur (QS An-Naba’: 31-34).

Semua buah-buahan itu mudah dipetik (QS Al-Insan: 4). Juga ada minuman jahe (QS Al-Insan: 17), aneka daging yang lezat (QS At-Thur: 22), minuman keras yang tidak memabukkan (QS As-Shaffat: 45-47), dan sungai susu, madu, arak, serta bermacam buah-buahan lain (QS Muhammad: 15).

Segala kenikmatan di surga tentu tidak gratis. Ibarat tempat wisata, untuk masuk ke dalamnya diperlukan tiket. Siapa tidak mengantongi tiket harus rela mundur. Berikut lima kebaikan untuk mendapatkan tiket itu.
Pertama, mencegah diri dari kemaksiatan.

Sepele, tetapi dalam praktiknya sangat tidak mudah. Sering kita mampu melanggengkan ibadah, tetapi gagal menanggalkan kemaksiatan. Boleh dikata, tidak bermaksiat rasanya lebih berat ketimbang taat. Karena itu, Allah berfirman, “Dan menahan diri dari dorongan nafsu, maka sungguh surga tempat tinggalnya”  (QS An-Naziat: 40-41).

Kedua, siap hidup sederhana. Kelemahan utama manusia adalah mudah tergiur oleh kesenangan sesaat dengan mengorbankan kebahagiaan abadi. Melihat kekayaan Qarun, orang-orang yang gila harta berseru, “Amboi, andai kita memiliki seperti apa yang diberikan kepada Qarun. Sungguh ia mempunyai keuntungan yang besar (QS Al-Qashash: 79).
Padahal Rasulullah berkisah, “Saya berdiri di pintu surga, sebagian besar yang memasukinya adalah orang-orang miskin. Orang-orang kaya ditahan dulu” (HR Bukhari dan Muslim).

Ketiga, gemar mengerjakan ketaatan kepada Allah. Umat Islam adalah umat yang dididik untuk taat kepada aturan. “Sungguh Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya” (QS Al-Maidah: 1).
Islam disebut sebagai ‘din’, yang artinya sistem ketundukan atau kepatuhan. Masyarakatnya disebut ‘madinah’, artinya suatu tempat yang kehidupannya teratur, karena orang-orangnya tunduk dan patuh kepada aturan. Mereka diganjar oleh Allah dengan surga. “Dan itulah surga yang diwariskan kepadamu, karena amal yang dahulu kamu kerjakan” (QS Al-A’raf: 43).

Keempat, mencintai orang-orang saleh. Dunia ini hancur karena adanya orang-orang jahat yang merasa berbuat baik. Hatinya bukan lagi nurani tetapi sudah zulmani. Rugilah bergaul dengan orang-orang demikian. Orang-orang saleh akan memberikan syafaat kepada kita. Tepatlah pesan Rasulullah, “Jangan kamu bersahabat, kecuali dengan orang Mukmin dan jangan pula makan makananmu, kecuali orang yang bertakwa” (HR Tirmidzi).
 Pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh, kata Rasulullah, karena setiap orang akan bersama dengan kekasihnya (HR Bukhari dan Muslim).

Kelima, memperbanyak doa kepada Allah agar dapat menutup hidup dengan khusnul khatimah. Tiada daya tanpa pertolongan Allah. Memperbanyak doa merupakan wujud pengakuan bahwa kita memang hamba yang serba lemah. Sepanjang berkenan melangitkan doa, niscaya Allah akan menjawabnya. “Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi segala perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS Al-Baqarah: 186).